“Yak, selamat malam Jakarta. Hari ini kami akan membawakan sebuah tembang berjudul Kemesraan”, sepintas kalimat yang sering diucapin para seniman jalanan. Keren juga sih klo bisa ucapin “Selamat malam Jakarta”. Pernah denger Ndok ngucapin, rasanya bener-bener mirip seniman (bukan Ndoknya :p). Pengen banget sekali-sekali jadi seniman jalanan, naik turun dari satu bus ke bus lainnya. Tapi khusus malam hari dalam bus ber-AC. Karena penumpang pasti lebih menikmatinya, ketimbang bus non-AC di siang hari. Gimana mo nikmatin musik, wong suara klakson, keringat, dan desak-desakan aja uda menyita semua perhatian. Pernah suatu malam, naik bus ke Tangerang. Semua lagu yang dibawakan para seniman jalanan serasa lagu baru buatku. Aku sungguh menikmatinya. Dari sinilah muncul angan-anganku untuk meniru mereka sekali-sekali. Kepikiran untuk mengajak seseorang yang bisa main gitar. Sampai saat ini, cuma kepikiran Ndok. Abis sapa lagi yang mau ya? Tapi kata Ndok sih, itu ga gampang. Karena biasanya para seniman jalanan itu sudah ada rutenya, dan bisa jadi merebut jatah mereka. Pasti ada prosedur lain-lain, belum lagi tar ketemu preman-preman. Wadoh... apakah seribet itu? Bagi teman-teman yang punya rencana mau nyeniman, ngajak-ngajak ya... hehehe... Rasanya akan menjadi salah satu pengalaman yang akan terus diingat ^^ . Oya, tapi hasil nyenimannya disumbangin, bukan masuk kocek ya. Hehe..



0Comments:

Post a Comment

<< Home